Anda memasuki kawasan PNPM MPd Kabupaten Mojokerto

Hari kemarin telah berlalu. Hari esok belum tiba. Yang ada pada kita hanyalah hari ini. Mari kita memulainya.

Selasa, 12 Februari 2013

Susiati Pelopor Perempuan Mandiri


Pungging - Nasib dan perjalanan hidup setiap orang berbeda-beda. Dari sekian panjang perjalanan, keinginan besar untuk berubah dan terus berusaha bangkit dari keterpurukan menjadi sukses keberhasilan.Susiati, KPMD Perempuan ingin membuktikan itu. Usaha keras dari dirinya membuahkan hasil yang luar biasa bagi masyarakat desa. Disaat individu yang malas akan jelas sekali nasib tak akan berubah, ia malah bangkit dan terus bertarung
Kegesitan beliau ini bisa menjadi inspirasi dan penggerak bagi pemuda yang ada di desa, karena sikap tak kenal lelah dan pantang menyerah ini menjadi modal utama keberhasilannya dalam meraih sebuah  perubahan. Masyarakat setempat maupun masyarakat yang ada di luar desanya dikenal dengan nama Susiati  dan sahabatnya Watinah ( Ketua Kelompok ). Bu Sus merupakan pelopor sekaligus KPMD perempuan desa yang selalu ingin tahu dan belajar.“ Saya tidak pernah mengharapkan imbalan apa-apa, anggap saja ini sukarela, itulah tugas KPMD,” Ujar bu Sus disela candanya.
Niat awal ibu dua anak ini mengapa bersedia untuk menjadi Pembina dan penanggung jawab yaitu ingin mengajak perempuan-perempuan lain yang ada di desanya untuk berkembang dan tahu hal-hal baru sehingga ada tambahan pengetahuan untuk mengurus keluarga dan mendidik anak.  Selalu siap untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada dan selalu tersenyum dalam berkarya. Perjalanan untuk mengajak masyarakat merubah pola pikir kearah yang lebih baik memang sangat sulit. Namun Bu Sus dan Watinah selalu bersama-sama dalam menghadapi  suka dan duka pekerjaan yang dijalaninya.
Dana pinjaman bergulir dari PNPM – MPd pun hingga saat ini masih ada, dan jumlah pemanfaatnya semakin banyak. Hal tersebut pada umumnya dimanfaatkan warga untuk penambahan modal usaha, Diversifikasi usaha dan kebutuhan seperti pendidikan. Menekuni pekerjaan sepenuh hati dengan harapan dapat merubah hidup keluarga adalah cita-cita dan mimpi yang menurut kacamata orang lain sudah dicapai. Namun menurut dua orang sahabat ini masih harus terus berusaha dan berjuang untuk jadi lebih sejahtera. Kondisi yang diraih saat ini tidak lepas dari usaha dan semangat untuk terus merubah dan menata diri menjadi lebih baik.
Penataan perjalanan hidup ini dapat kita lihat dan belajar dari seorang ibu, seorang teman dan pembina kelompok seperti yang berada di desa Randuharjo. Apabila ditempuh dari Mojokerto sekitar 25 km dan 3 km dari  Kecamatan. Desa Randuharjo merupakan bagian dari Kecamatan Pungging, dimana didalamnya terdapat banyak kelompok produktif. Tapi satu kelompok yang coba untuk dilirik dan menarik untuk dibahas dari keseharian dan usaha kelompok Mawar Kulon
Kelompok SPP ini berdiri sejak adanya PNPM-MPd di Kecamatan Pungging, yakni pada tahun 2009, hanya saja desa ini memperoleh dana SPP perguliran hingga tahun 2010. Dan baru mendapatkan bantuan dana SPP Program pada tahun 2011 dan itupun dengan jumlah anggota yang cukup banyak yaitu 9 ( sembilan ) orang dengan pinjaman yang diajukan sebesar Rp. 13.500.000,-. Pinjaman ini dimanfaatkan betul oleh semua anggotanya untuk usaha baik usaha yang dalam partai kecil (bakulan) maupun dalam partai besar.  Kepercayaan yang diberikan betul-betul dijaga dengan cara mengangsur atau mengembalikan pinjaman tepat waktu sehingga kemungkinan untuk diperpanjang sangat besar. Hadi @upk pungging

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.