Anda memasuki kawasan PNPM MPd Kabupaten Mojokerto

Hari kemarin telah berlalu. Hari esok belum tiba. Yang ada pada kita hanyalah hari ini. Mari kita memulainya.

Kamis, 14 Februari 2013

Sang Kader



KEMLAGI – Asal kelahiran Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, telah lahir seorang sosok kader PNPM, mulai dari adanya PPK sampai sekarang selalu aktif dalam kegiatan. Beliau dikenal sebagai seorang pelaku pro aktif program ini. Baik di desa maupun di Kecamatan. Sehingga di beri julukan “ Sang Kader “.
Ayah tiga anak ini, tidak pernah putus asa dalam menjalankan tugas kegiatan program. Pengabdian yang dilakukan dengan sukarela, murah senyum, dan rendah hati. Ketika rakor KPMD se Kecamatan Kemlagi, kerap kali memberi gagasan dalam pelaksanaan prgram kegitan. Ia juga sebagai ketua asosiasi paguyuban KPMD se Kacamatan Kemlagi.
Pak Hartoyo nama akrab panggilannya, sangat besar manfaat yang dirasakan oleh pelaku-pelaku PNPM, hal ini terlihat dari hasil pelaksanaan pembangunan yang di fasilitasi, baik kegiatan fisik maupun non fisik. Beliau juga sebagai pendamping  plesterisasi Rumah Tangga Miskin (RTM) PNPM TA. 2012 Kecamatan Kemlagi,Kabupaten Mojokerto.

Impian yang jadi kenyataan



Akhirnya, warga duSun Kemloko Desa Trawas bisa bernafas dengan lega. Pembangunan drainase yang selama ini diidam-idamkan selesai juga dalam waktu 30 hari. Pembangunan selesai seperti yang telah direncanakan. “Dengan adanya pembangunan drainase ini, permasalahan di dusun Kemloko sedikit teratasi“, ungkap Kasun Kemloko.
Wilayah Trawas dengan curah hujan yang tinggi, mengakibatkan derasnya aliran air, sehingga banyak jalan yang rusak. Hal ini diperparah dengan kondisi  geografis Desa Trawas yang berdataran tinggi.  “Tak aneh bila jalan-jalan di desa Trawas cepat rusak, karena tingginya air yang mengalir dari atas ke bawah tanpa ada saluran airnya“, terang Kasun Kemloko.
Dengan komitmen besar, usulan pembangunan drainase lewat kompetisi antar desa sekecamatan Trawas dapat terdanai dari PNPM-MP. Ini dibutuhkan proses yang panjang, mengingat persaingan yang cukup ketat antar desa. Menurut Kustari, “Terkadang saya lelah dengan banyaknya alur dan tahapan yang dilalui. Tapi demi desa saya harus melakukan sesuatu yang terbaik“.
Alhasil, pembangunan drainase dengan panjang 304 x 30 x 45 m, dan pengerjaannya yang swakelola mampu diselesaikan dengan baik dengan biaya pembangunan Rp. 46.273.000,-. “Sengaja kami desaian dari bahan dasar batu, karena jalan di dusun Kemloko sering dilewati truk pengangkut hasil panen, sehingga pembangunan drainase harus kuat“, tegas Kustari selaku ketua TPK.

Selasa, 12 Februari 2013

Susiati Pelopor Perempuan Mandiri


Pungging - Nasib dan perjalanan hidup setiap orang berbeda-beda. Dari sekian panjang perjalanan, keinginan besar untuk berubah dan terus berusaha bangkit dari keterpurukan menjadi sukses keberhasilan.Susiati, KPMD Perempuan ingin membuktikan itu. Usaha keras dari dirinya membuahkan hasil yang luar biasa bagi masyarakat desa. Disaat individu yang malas akan jelas sekali nasib tak akan berubah, ia malah bangkit dan terus bertarung
Kegesitan beliau ini bisa menjadi inspirasi dan penggerak bagi pemuda yang ada di desa, karena sikap tak kenal lelah dan pantang menyerah ini menjadi modal utama keberhasilannya dalam meraih sebuah  perubahan. Masyarakat setempat maupun masyarakat yang ada di luar desanya dikenal dengan nama Susiati  dan sahabatnya Watinah ( Ketua Kelompok ). Bu Sus merupakan pelopor sekaligus KPMD perempuan desa yang selalu ingin tahu dan belajar.“ Saya tidak pernah mengharapkan imbalan apa-apa, anggap saja ini sukarela, itulah tugas KPMD,” Ujar bu Sus disela candanya.